Discovershort videos related to umur bertambah bukan berkurang kalo udah tua sering sakit tan on TikTok. Watch popular content from the following creators: Saya Tulis Anda Baca(@sayatulisandabaca), Vr_B4HAGIA♻️(@vrbahagia), Bundanya Gibran Mci(@bundanyagibranmci), PO NCT DREAM STAYC(@ducatijeno), 🍍امي صفاء 🍍(@ummiesaffa76) . Explore the latest videos from hashtags: #

Hari ini, genap sudah umurku empat puluh tiga tahun. Terbersit di hati sebuah makna umur. Hari demi hari, waktu berlari tanpa henti, bahkan tanpa kompromi meninggalkanku. Kontrak hidupku di dunia ini berkurang satu tahun. Artinya, bahwa aku hidup tinggal sebentar lagi dan semakin dekat dengan kematian. Oleh sebab itu, aku harus bisa mengartikan bertambahnya umur, berkurangnya usia’ dengan benar dan tepat dengan memberikan pertanyaan kepada diri tentang berapa banyak sudah aku memberikan yang terbaik bagi Allah SWT, keluarga, saudara, teman dan lingkunganku. USIA diumpamakan seperti sepotong kayu yang dibakar api. Jika kayu itu sepanjang satu meter, maka semakin lama kayu tersebut bukan semakin panjang, namun semakin pendek dan terus memendek, sampai akhirnya apipun mengakhiri pembakarannya. Usia juga bisa kita umpamakan air pada sebuah wadah, tiap saat segela demi segelas air dalam wadah tersebut diambil, semakin hari maka isi air dalam wadah tersebut akan habis dan menjadi kosong tak berisi. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kuantitas juga usia berkurang. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kualitas kondisi fisik berkurang. Tiap orang tidak akan pernah tahu sampai usia berapa ia masih bisa bertahan hidup. Bertambahnya umur sebagai momentum untuk merefleksikan kualitas diri, apakah usia hidup ini memberi manfaatkah untuk kehidupan? Semakin baikkah ibadah kita, sikap sosial kita kepada sesama, adakah perubahan yang lebih baik yang mampu kita mampu promosikan untuk kehidupan? Dengan banyak mempertanyakan kualitas dan sumbangan hidup untuk kebaikan akan memberi motivasi diri untuk membuat hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, itulah ajaran Tuhan, kepada ummat manusia, menjadi lebih baik, mengakhiri hidup dengan kebahagiaan… Khusnul khotimah. Dengan bertambah umur sebagai media pemaknaan dari perjalanan hidup, karena perlu kita mensyukurinya dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Sahabat Nabi tercinta Umar bin Khatab pernah mengingatkan, “hasibuu qabla an tuhaasabu”, hitunglah amal perbuatan/ibadah dirimu karena hanya kamu dan Tuhan yang tahu dirimu sebelum Tuhan yang menghitungnya, begitu kira-kira maknanya. Dengan pemahaman seperti ini kita akan selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi, sosial dan ibadahnya menjadi lebih baik lagi. Karena Allah sangat menghargai sebuah usaha/proses yang dilakukan manusia. Kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabi’in terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” Hilyatul Awliya’, 2 148 Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, لم يزل الليلُ والنهار سريعين في نقص الأعمار ، وتقريبِ الآجال “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal kematian pun semakin dekat.” Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Semisal perkataan Al Hasan Al Bashri juga dikatakan oleh Al Fudhail bin Iyadh. Beliau rahimahullah berkata pada seseorang, “Berapa umurmu sampai saat ini?” “Enam puluh tahun”, jawabnya. Fudhail berkata, “Itu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.” Pria itu berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un.” “Apa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?”, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, “Maksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.” Lihat percakapan Fudhail ini dalam Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Aun bin Abdullah berkata, “Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.” Aun juga berkata, إنَّ من أنفع أيام المؤمن له في الدنيا ما ظن أنَّه لا يدرك آخره “Sesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.” Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 385. Tidak ada seorangpun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati. Sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati. “Setelah kita menjadi tanah dan begitu pula nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan dari kubur?” An-Naml 67 Ayat di atas membuat aku merenung panjang. Apa makna umur empat puluh tiga tahun bagi kehidupanku? Sebuah pencapaian prestasi? Sebuah gambar masa depan? Sebuah refleksi kehidupan? Sebuah upaya berlanjut dari hidup menuju mati, menuju alam abadi. Umur 43 tahun memberi jarak semakin jauh tertinggal. Tujuan hidup makin dekat digapai. Tujuan yang hakiki, sebuah fase dengan dimensi berbeda. Kembali ke awal, kembali dari titik nol. Yaitu kematian. Kehidupan adalah perjalananan menuju kematian. Diusia 43 tahun ini, aku harus mengkondisikan sisa hidupku. Aku harus berbenah. Usia dari tahun ke tahun terus berkurang. Membawa jiwa dan raga. Bertambahnya bilangan umur, berkurangnya angka, usia mengurangi jatah hidup di dunia. Bagaimanakah amal kita selama hidup? Saya tidak perlu menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat? Ibnu Umar pernah berkata, “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang matimu” HR. Bukhari No. 6416. Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umurpun berkurang, ajal pun semakin dekat.” Beliau juga mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu. “ Hilyatul Auliya, 2 148. Ya Rabb, aku mohon ampun atas segala dosa, umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku. Wahai diri, janganlah engkau bangga jikalau diberi waktu panjang di dunia. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia. Kelak engkau akan ditanya , dimana waktu yang engkau habiskan. “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai umurnya di manakah ia habiskan, ilmunya di manakah ia amalkan, hartanya bagaimana ia peroleh dan di mana ia infaqkan, mengenai tubuhnya di manakah ia usung.” HR Tirmizi No. 2417, dari Abu Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih. Wahai diri, waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali, maka berbenahlah. Usiamu sudah 43 tahun. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa dengan menunggu pergantian waktu. Bergegaslah. Jika diri yakin umur berkurang, waktu ajal semakin dekat, lantas apa gunanya hidup dalam kesia-siaan? Menunggu satu waktu tanpa amalan, itu sudah membuang-buang waktu. Jika ia benar-benar menjaganya dalam ketaatan pada Allah atau dalam hal yang bermanfaat, itu menunjukkan kebaikan dirinya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Waktu amat berharga, wahai saudaraku. Ia tidak mungkin kan kembali setelah berlalu pergi. الوقت أنفاس لا تعود Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali. Syaikh Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3 Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, di mana waktu tersebut dihabiskan, لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 1 umurnya di manakah ia habiskan, 2 ilmunya di manakah ia amalkan, 3 hartanya bagaimana ia peroleh dan 4 di mana ia infakkan dan 5 mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Aku tak harus kegirangan jikalau diberi waktu yang panjang di dunia ini. Aku akan bahagia bila diberi kesempatan hidp untuk memanfaatkan waktu berbuat yang terbaik, dipanjangkan umur supaya bisa beramal sholih. Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang dalam hal yang sia-sia. Makassar, 13 Januari 2019.

Nyatanya itu hanyalah angan-angan belaka, yang sering kali diakibatkan kurangnya kesadaran akan penyusutan tinggi badan seiring bertambahnya usia. Dalam sebuah studi di Prancis, peneliti mengamati 8.600 wanita di atas usia 60 tahun dan menemukan bahwa mereka rata-rata mengestimasi tinggi badan mereka 2,5 cm lebih banyak dari yang sebenarnya
Tidak ada awal dan akhir tahun, yang ada hanyalah semakin berkurangnya umur. Kenapa sebagian orang lebih girang menyambut awal tahun? Padahal ulama dahulu begitu sedih jika makin hari terus dilewati, di mana ajal semakin dekat. Bahkan mereka –para salaf– sampai bersedih jika waktunya berlalu tanpa amal sholih. Yang mereka terus pikirkan adalah ajal yang semakin dekat, namun amal sholih yang masih kurang. Tanda Kebaikan Islam Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat Menunggu satu waktu saja tanpa amalan, itu sudah membuang-buang waktu. Karena ingatlah saudaraku bahwa waktu itu amat berharga bagi seorang muslim. Jika ia benar-benar menjaganya dalam ketaatan pada Allah atau dalam hal yang bermanfaat, itu menunjukkan kebaikan dirinya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat semisal itu menunjukkan baiknya seorang muslim. Demikian perkataan Ibnu Rajab Al Hambali yang kami olah secara bebas Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, 1 289. Jika kita menyia-nyiakan waktu, itu tanda Allah melupakan kita. Arif Al Yamani berkata, إن من إعراض الله عن العبد أن يشغله بما لا ينفعه “Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia.” Hilyatul Awliya’, 10 134. Waktu itu Begitu Berharga, Wahai Saudaraku Waktu amat berharga, wahai saudaraku. Ia tidak mungkin kan kembali setelah berlalu pergi. الوقت أنفاس لا تعود “Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.” Syaikh Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3 Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, di mana waktu tersebut dihabiskan, لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 1 umurnya di manakah ia habiskan, 2 ilmunya di manakah ia amalkan, 3 hartanya bagaimana ia peroleh dan 4 di mana ia infakkan dan 5 mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Menyia-nyiakan waktu hanya untuk menunggu-nunggu pergantian waktu, itu sebenarnya lebih parah dari kematian. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawa-id berkata, اِضَاعَةُ الوَقْتِ اَشَدُّ مِنَ الموْتِ لِاَنَّ اِضَاعَةَ الوَقْتِ تَقْطَعُكَ عَنِ اللهِ وَالدَّارِ الآخِرَةِ وَالموْتِ يَقْطَعُكَ عَنِ الدُّنْيَا وَاَهْلِهَا “Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari mengingat Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.” Imam Syafi’i pernah mendapat nasehat dari seorang sufi, الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.” Lihat Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim, 3 129. Mereka Selalu Menyesal Jika Waktu Berlalu Sia-Sia, Sedangkan Kita? Basyr bin Al Harits berkata, مررت برجل من العُبَّاد بالبصرة وهو يبكي فقلت ما يُبكيك فقال أبكي على ما فرطت من عمري وعلى يومٍ مضى من أجلي لم يتبين فيه عملي “Aku pernah melewati seorang ahli ibadah di Bashroh dan ia sedang menangis. Aku bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Ia menjawab, “Aku menangis karena umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku.” Mujalasah wa Jawahir Al Ilm, 1 46, Asy Syamilah. Jangan Jadi Orang yang Menyesal Kelak Sebagian orang kegirangan jikalau ia diberi waktu yang panjang di dunia. Bahkan inilah harapan ketika nyawanya telah dicabut, ia ingin kembali di dunia untuk dipanjangkan umurnya supaya bisa beramal sholih. Orang-orang seperti inilah yang menyesal di akhirat kelak, semoga kita tidak termasuk orang-orang semacam itu. Allah Ta’ala berfirman, حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ “Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata “Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” QS. Al Mu’minun 99-100. Ketika orang kafir masuk ke neraka, mereka berharap keluar dan kembali ke dunia dan dipanjangkan umur supaya mereka bisa beramal. Allah Ta’ala berfirman, وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah azab Kami dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” QS. Fathir 37. Dalam ayat lainnya disebutkan pula, وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ “Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata “Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”” QS. As Sajdah 12. وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ “Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata “Adakah kiranya jalan untuk kembali ke dunia?”” QS. Asy Syura 44. قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ “Mereka menjawab “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan bagi kami untuk keluar dari neraka?” Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan sekarang ini adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS. Ghafir 11-12. Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang dalam hal yang sia-sia.” Lihat Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 6 553, pada tafsir surat Fathir ayat 37 Renungkan Umurmu yang Berkurang Tidak ada awal dan akhir tahun, yang ada hanyalah umur yang semakin berkurang. Mengapa kita selalu berpikir bahwa umur kita bertambah, namun tidak memikirkan ajar semakin dekat? Benar kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabi’in terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. Hasan Al Bashri mengatakan, ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” Hilyatul Awliya’, 2 148 Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, لم يزل الليلُ والنهار سريعين في نقص الأعمار ، وتقريبِ الآجال “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal kematian pun semakin dekat.” Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Semisal perkataan Al Hasan Al Bashri juga dikatakan oleh Al Fudhail bin Iyadh. Beliau rahimahullah berkata pada seseorang, “Berapa umurmu sampai saat ini?” “Enam puluh tahun”, jawabnya. Fudhail berkata, “Itu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.” Pria itu berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un.” “Apa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?”, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, “Maksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.” Lihat percakapan Fudhail ini dalam Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Jadi sungguh keliru, jika sebagian kita malah merayakan ulang tahun karena kita merasa telah bertambahnya umur. Seharusnya yang kita rasakan adalah umur kita semakin berkurang, lalu kita renungkan bagaimanakah amal kita selama hidup ini? Bukankah yang Islam ajarkan, kita jangan hanya menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat. Ibnu Umar pernah berkata, إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, dan isilah masa hidupmu sebelum datang matimu.” HR. Bukhari no. 6416. Hadits ini mengajarkan untuk tidak panjang angan-angan, bahwa hidup kita tidak lama. Aun bin Abdullah berkata, “Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.” Aun juga berkata, إنَّ من أنفع أيام المؤمن له في الدنيا ما ظن أنَّه لا يدرك آخره “Sesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.” Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 385. Setelah kita merenungkan berbagai nasehat di atas, moga yang berhati lembut bisa sadar bahwa waktu itu begitu berharga walau 1 detik saja. Namun coba lihatlah perayaan tahun baru yang dirayakan kaum muslimin saat ini, sungguh menyia-nyiakan waktu dan umurnya sendiri. Kadang yang wajib seperti shalat ditinggalkan hanya karena bela-belain menunggu pergantian tahun. Kadang pula di awal tahun malah diisi dengan maksiat dan penghamburan harta. Seharusnya yang dipikirkan adalah bukannya datangnya pergantian tahun atau bertambahnya umur. Yang mesti dipikirkan adalah umur kita senyatanya semakin berkurang, sehingga seharusnya amal sholih yang harus kita tingkatkan. Inilah yang lebih urgent. Kalau kita yakin umur kita berkurang, waktu ajal kita semakin dekat, lantas apa gunanya merayakan [?] Intinya, perayaan tahun baru punya berbagai sisi kerusakan di antaranya 1- Merayakan perayaan non-muslim karena perayaan ini tidak pernah ada dalam Islam. 2- Mengikuti budaya orang kafir. 3- Berbagai maksiat dan bid’ah yang muncul saat perayaan tahun baru. 4- Meremehkan shalat lima waktu karena sibuk begadang. 5- Begadang untuk menunggu pergantian tahun pun sia-sia. 6- Seringnya mengganggu kaum muslim dengan petasan dan semacamnya. 7- Meniru perbuatan setan dengan bersikap boros. Mengenai kerusakan dalam perayaan tahun baru di atas telah diuraikan di artikel 10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru. Semoga menjadi nasehat berharga bagi kita semua. Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Maktabah Al Amir Salman, KSU, Riyadh-KSA, 17 Shafar 1434 H
FullVideo : Dakwah Channel ini Dengan Subscribe, Like, dan ShareOfficial accounts Bima Mengaji📍 FANS PAGE: facebook.com/B
Mei 18, 2020 Seiring bertambahnya usia, bermacam fungsi tubuh juga akan mengalami penurunan kinerja. Namun demikian, penurunan daya tahan dan fungsi kardiovaskular tidak terlalu signifikan. Dengan melakukan olahraga secara aktif, pengaruh usia terhadap kemampuan atletik dapat diminimalisasi. Selain itu, dibandingakn dengan pengaruh jumlah aktivitas terhadap fungsi kardiovaskular dan daya tahan, pengaruh usia relatif kecil. Pengaruh Usia pada Daya Tahan Otot Perubahan neuromuskular yang disebabkan oleh usia akan memiliki sejumlah dampak pada penurunan kekuatan dan daya tahan manusia, tetapi olahraga aktif dapat meminimalisasi pengaruh usia terhadap kemampuan atletik.. Meskipun orang usia lanjut yang aktif berolahraga juga akan kehilangan massa otot, otot yang ada dalam tubuh masih mempertahankan kelengkapan struktur dan komponen biokimia. Jumlah kapiler per unit otot yang dimiliki oleh atlet olahraga daya tahan endurance athlete usia muda dan usia lanjut masih tetap sama. Aktivitas oksidase otot pada atlet olahraga daya tahan yang telah berusia lanjut hanya 10% -15% lebih rendah dibandingkan dengan atlet olahraga daya tahan yang masih muda. Oleh karena itu, kapasitas oksidatif otot rangka pelari berusia lanjut yang melakukan latihan daya tahan sistem hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan atlet profesional usia muda. Dengan kata lain, pengaruh usia terhadap latihan daya tahan otot rangka sangatlah kecil. Serat otot terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat otot merah dan serat otot putih dan setiap serat otot tersebut dikenal sebagai serat otot berkedut lambat Tipe I dan serat otot berkedut cepat Tipe II. Kontraksi otot putih lebih cepat dan dapat menghasilkan kecepatan yang lebih cepat dan kekuatan yang lebih besar, tetapi juga lebih mudah menyebabkan kelelahan. Otot putih adalah jenis serat otot yang lebih cocok untuk latihan yang melatih kekuatan ledak otot. Sebaliknya, kontraksi otot merah lebih lambat, dan kecepatan serta daya ledak yang dihasilkan relatif lebih kecil. Namun, otot tipe ini justru memiliki daya tahan yang lebih baik sehingga lebih cocok untuk olahraga daya tahan. Sebuah studi yang telah dilakukan selama dua dekade menemukan bahwa volume atau intensitas olahraga, atau kombinasi keduanya, memiliki dampak signifikan terhadap proporsi serat otot pada orang usia lanjut. Tes otot pada otot gastrocnemius otot betis dilakukan pada sekelompok mantan pelari profesional jarak menengah dan panjang antara 1970 hingga 1974, dan diuji sekali lagi pada 1992. Ditemukan pula fakta bahwa orang-orang yang mengurangi aktivitas fisik mereka setelah pensiun tetapi masih mempertahankan aktivitas kebugaran normal atau bahkan menjadi tidak aktif tidak lagi melakukan latihan fisik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rasio otot kedutan lambat mereka dibandingkan saat mereka masih berusia 18-22 tahun. Para atlet yang terus melanjutkan latihan setelah pensiun hampir tidak mengalami perubahan pada rasio serat otot mereka. Beberapa atlet yang dilatih secara sistematis mengalami sedikit peningkatan pada rasio otot bergerak lambat, tetapi secara keseluruhan jika dibandingkan dengan saat mereka masih berusia 18-22 tahun, rasio serat otot dari orang-orang ini tidak berubah. Meskipun kepadatan otot kapiler tidak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, aliran darah di sekitarnya yaitu aliran darah di tungkai mengalami penurunan. Studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan atlet muda yang berlatih secara sistematis, atlet usia pertengahan 45-59 tahun mengalami penurunan aliran darah di tungkai bawah sebesar 10% -15% pada intensitas latihan tertentu. Akan tetapi, penurunan aliran darah di tungkai bawah pada atlet olahraga daya tahan yang masih dalam usia pertengahan dan usia lanjut dinetralkan dengan perbedaan tekanan parsial oksigen arteriovenosa yaitu peningkatan konsumsi oksigen dalam otot. Oleh karena itu, meskipun usia dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah pada anggota tubuh, konsumsi oksigen dalam otot orang berusia lanjut pada intensitas submaksimal tertentu tidak akan memiliki perubahan besar dibandingkan dengan orang yang masih muda. Perbedaan tekanan parsial oksigen arteri pada otot ialah perbedaan antara tekanan parsial dari darah teroksigenasi yang mengalir ke otot dan tekanan parsial dari darah tidak teroksigenasi yang mengalir keluar dari otot. Sehingga, Anda akan tahu seberapa banyak oksigen yang digunakan oleh otot. Selama olahraga berat, baik orang lanjut usia pada umumnya maupun atlet usia lanjut masih mampu mempertahankan saturasi oksigen arteri maksimum. Oleh karena itu, penurunan VO2 pada atlet usia lanjut tidak ada hubungannya dengan perubahan fungsi paru-paru dan daya dukung oksigen darah mereka. Alasan utamanya mungkin karena penurunan aliran darah ke otot. Usia menyebabkan denyut jantung maksimum menurun sehingga akan menyebabkan penurunan curah jantung dan penurunan aliran darah ke otot. Perbedaan tekanan parsial oksigen arteriovenosa pada atlet usia lanjut selama intensitas submaksimal masih dapat dipertahankan dan ini menunjukkan bahwa tidak ada perubahan pada konsumsi oksigen otot seiring dengan bertambahnya usia. Pengaruh Usia terhadap Fungsi Kardiovaskular Bagi orang usia pertengahan yang kurang aktif atau terlatih secara sistematis, detak jantung maksimum mereka cenderung akan mengalami penurunan yang serupa seiring dengan bertambahnya usia. Misalnya, dua orang yang sama-sama berusia 50 tahun, orang biasa akan memiliki detak jantung maksimum yang sama dengan pelari jarak menengah yang telah pensiun atau yang masih tetap berlatih. Orang usia lanjut yang melakukan latihan sistematis akan menunjukkan penurunan volume sekuncup maksimum SVmax yang stabil. Alasan utamanya ialah karena penurunan denyut jantung, sedangkan alasan kedua disebabkan oleh penurunan volume sekuncup. Penelitian yang dilakukan pada atlet olahraga daya tahan menunjukkan bahwa penurunanVO2 Max pada usia lanjut disebabkan oleh penurunan SVmax, sementara volume ruang jantung mereka hampir sama dengan atlet muda. Temuan ini menunjukkan bahwa penurunan denyut jantung maksimum adalah alasan utama penurunan VO2 Max. Banyak penelitian yang dilakukan pada pria dan wanita biasa menemukan bahwa SVmax akan mengalami penurunan secara signifikan seiring dengan bertambahnya usia. Seiring dengan bertambahnya usia, denyut jantung maksimum secara perlahan akan menurun dan ini juga menjadi penyebab terjadinya penurunan VO2 Max secara bertahap. Sulit untuk menentukan seberapa besar pengaruh dari usia dan penurunan jumlah aktivitas terhadap penurunan volume sekuncup, curah jantung, dan aliran darah di sekitarnya. Penelitian menunjukkan bahwa keduanya berpengaruh, tetapi sulit untuk menentukan besar dari setiap pengaruh tersebut. Meskipun volume dan intensitas latihan dari atlet usia lanjut biasanya lebih rendah dibandingkan dengan atlet muda yang berusia 20-an, pengaruh faktor usia pada penurunan fungsi dan daya tahan kardiovaskular harus lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh dari jumlah aktivitas. Penyebab utama dari penurunan fungsi kardiovaskular seiring dengan bertambahnya usia ialah penurunan VO2 Max. Kecuali jika seseorang rutin melakukan latihan yang sistematis, pengalaman latihannya di masa lalu akan berdampak kecil terhadap tingkat daya tahan di masa depan. Orang-orang yang telah memiliki pengalaman latihan akan memiliki titik mulai yang relatif lebih tinggi. Meskipun ada penurunan signifikan dalam tingkat daya tahan, dampaknya pada kehidupan sehari-hari mereka masih akan sangat kecil. Selain itu, penurunan VO2 Max yang disebabkan oleh usia sangat bervariasi antar-individu. Pada awal 2000-an, survei tindak lanjut yang telah berlangsung selama 25 tahun kembali melakukan pengujian ulang pada sekelompok pelari jarak jauh berusia lanjut yang tetap mempertahankan latihan sistematis. Orang-orang ini juga telah diuji saat mereka berusia 18-25 tahun. Di antara kedua tes ini, para pelari ini masih mempertahankan intensitas latihan relatif yang sama seperti saat mereka masih muda. Studi ini menemukan bahwa mereka hanya mengalami penurunan VO2 Max sebesar 3,6%. Meskipun VO2 Max mereka menurun dari 69 ml/kg/menit menjadi 64,3 ml/kg/menit, rata-rata penurunan tahunan hanya 0,19 ml/kg/menit atau 0,3%. Alasan utama penurunan tersebut ialah penambahan berat badan. Penurunan VO2 Max dari para pelari ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan orang-orang yang tidak banyak bergerak dan tidak memiliki intensitas olahraga sebanyak mereka. Penelitian terbaru menemukan bahwa latihan intensitas tinggi untuk orang usia lanjut dapat membantu meningkatkan level daya tahan dan kekuatan mereka. Alasan utama orang berusia muda dapat meningkatkan VO2 Max mereka melalui latihan intensitas tinggi ialah karena adanya peningkatan curah jantung maksimum. Sementara pada orang usia lanjut, hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan aktivitas oksidase otot. Dibandingkan dengan orang berusia muda, adaptasi orang usia lanjut dalam latihan aerobik disebabkan oleh faktor-faktor yang menyangkut otot di dekatnya. Ringkasan 1. Dibandingkan dengan penurunan jumlah aktivitas, pengaruh usia terhadap daya tahan otot dan daya tahan kardiopulmoner jauh lebih sedikit. 2. Pada atlet usia lanjut, aliran darah di tungkai mengalami penurunan, tetapi dapat diimbangi melalui peningkatan perbedaan tekanan parsial oksigen arteriovenosa di otot, dan selain itu juga asupan oksigen juga tidak terlalu terpengaruh; 3. VO2 Max akan perlahan menurun seiring dengan bertambahnya usia dan terutama disebabkan oleh penurunan lambat dalam denyut jantung maksimum. Singkatnya, jangan jadikan usia sebagai alasan penyebab terjadinya penurunan fisik. Bukan penuaan yang membuat kita tidak dapat bergerak, tetapi karena kita tidak bergeraklah yang menyebabkan penuaan.
Usiaresponden dalam penelitian ini sesuai dengan batasan usia kerja yang berlaku di Indonesia yaitu berada pada usia 15-64 tahun. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka semakin banyak perubahan yang terjadi pada berbagai sistem dalam tubuh. Efek dari penuaan pada umumnya lebih terlihat setelah usia 40 tahun. Pada usia mendekati 45 tahun
Ulang tahun bukan hanya momen perayaan bertambahnya usia. Bukan hanya hari istimewa karena kita menjadi pusat perhatian, mendapat banyak ucapan hingga mungkin menerima berbagai rupa bingkisan. Banyak alasan yang bisa kamu jabarkan bahwa kamu manusia yang paling mujur karena berhasil menapaki usiamu yang ke betapa kamu diberi hidup lebih lama oleh Yang Maha Kuasa? Untuk sekali lagi berproses jadi dewasa sembari menikmati segala ciptaanNya yang ada di ini umurmu bertambah setahun lagi. Selamat ulang tahun, pribadi yang terus berusaha memperbaiki diri…Tidakkah Tuhan begitu pemurah dengan memperpanjang jangka waktumu di dunia? Kamu diberi waktu lebih lama menjejak bumi demi menikmati isinyaTak putus-putusnya mengucap syukur di hari ulang tahunmu selayaknya harus kamu lakukan. Rasakan betapa berkat yang kamu terima memang sungguh patut dirayakan. Sang Pencipta begitu pemurah karena kamu diberi sekian warsa untuk menikmati segala ciptaanNya. Ya, kamu patut berbangga serta bersyukur karena tak semua orang memiliki kesehatan yang sempurna dan melewati periode waktu sama banyak seperti yang telah kamu lalui seperti betapa berkahnya sungguh besar padaMu, masihkah kamu menuntutnya ini itu? Bukankah udara yang masih bisa kamu hela serta indra yang masih bekerja secara sempurna merupakan hadiah terindah yang tak terkira? Alih-alih bersusah hati karena usiamu yang makin menua, lebih bijak jika kamu bersyukur saja. Inilah kesempatanmu untuk merasakan keindahan alam semesta beserta segala isinya lebih kamu mereka ulang kehidupan, dari mulai kamu dilahirkan hingga hari ulang tahunmu yang ke sekian? Coba hitung seberapa banyak yang telah Dia berikanSelain mensyukuri bahwa kamu masih bisa bernafas hingga hari ini, pernahkah kamu menghitung seberapa banyak limpahan berkah yang kamu terima hingga detik ini? Dari mulai kamu membuka mata melihat dunia hingga usiamu sekarang yang mungkin sudah menginjak kepala dua. Segarkan kembali pikiranmu betapa banyak hal yang sudah kamu memang kamu bukan orang yang memiliki segalanya. Yang bisa bebas foya-foya dan menghabiskan uang untuk hal yang dirasa kurang perlu, tapi setidaknya bukankah hidupmu berkecukupan? Kamu memiliki tempat berteduh nyaman, bisa mengisi perut dan tidak kelaparan. Mungkin juga kamu bukan pria atau wanita dengan paras yang istimewa. Tetapi bukankah segala indra yang kamu terima bisa bekerja sebagaimana mestinya?Masihkah kamu menyalahkanNya dan berpikir bahwa terkadang dunia tidak adil karena tidak selalu sesuai keinginanmu? Coba hitung lagi seberapa banyak berkat yang diberikan semenjak kamu dilahirkan? Masihkah kamu bersungut-sungut dan menyebutnya tidak adil juga?Orang-orang yang mencintaimu apa adanya juga jadi berkah yang tak terkira. Tengoklah betapa Sang Pemberi Hidup juga sangat bermurah hati atas kasih-NyaSelain berkat kepada dirimu sendiri, kamu juga patut mengucap terimakasih dan syukur karena kamu dikelilingi oleh mereka yang benar-benar peduli padamu. Ada ayah dan ibu yang sedia menjaga kenyamanan dan memenuhi segala kebutuhan. Ada saudara yang bisa diajak berbagi beban. Dan ada pula para kawan yang bisa dijadikan tempat hidupmu tak sempurna, kamu tak terlahir di keluarga serba ada dengan kedua orang tua yang memiliki jabatan serta kekayaan. Namun, bukankah rasa sayang mereka selama ini melebihi segalanya? Waktu yang mereka sediakan untuk menemanimu sungguh tidak bisa ditukarkan dengan apapun memang tak bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga mana, namun percayalah Sang Maha Segalanya sudah memberikan yang terbaik untukmu. Syukurilah pemberiannya. Syukuri keberadaan orang-orang kesayangan dengan kesederhanaan di kamu berjanji untuk tidak menyia-nyiakan usia yang sudah diberi dan berusaha dengan segenap daya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi?Tuhan tentu memiliki tujuan tersendiri dengan menambahkan jumlah pada usiamu. Kamu harus membawa perubahan pada dunia ini. Menjadikannya tempat yang lebih baik lagi. Sebelum Sang Maha Pencipta menyudahi masa kontrakmu di dunia, maukah kamu berjuang menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya?Dan supaya hidupmu di dunia ini memiliki maknanya, maukah kamu dengan segenap daya meraih segala mimpi dan tidak gampang menyerah berusaha? Agar panjangnya usia yang kamu miliki tidaklah sia-sia sudah mulai mendalamkah pemahamanmu mengenai hari ulang tahun? Tidak hanya sekedar perayaan yang diisi dengan acara makan-makan dan membuka bingkisan. Namun, selayaknya kamu mengucap syukur yang mendalam kepada Sang Pemberi Hidup bahwa kamu masih bisa menghela udara sampai detik ini. Selagi kontrak hidupmu di semesta belum di akhiri, kamu selayaknya harus berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik bertambah usia. Semoga semakin bijak dan mendewasa 🙂
BerkurangnyaMassa Otot Setelah Usia 40 Tahun Bisa Timbulkan Masalah saat Aktivitas. Rabu, 11 Maret 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana. "Saat masih bayi tubuh mengandung komposisi cairan, namun bertambahnya umur akan berkurang cairan dan protein. Namun lemak betambah. Jika tidak dilatih dengan olahraga rutin atau makanan bergizi maka

Jakarta - Seiring bertambahnya usia bukan hanya keriput dan kerutan saja yang timbul, tapi umumnya berat badan juga jadi gampang naik. Kenapa makin tua seseorang akan semakin mudah gemuk?Penuaan adalah salah satu proses yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Secara umum saat seseorang berusia 30-an tahun maka akan terjadi penurunan hormon dan penurunan massa otot yang dikenal dengan Phaidon L Toruan, MM dalam tulisannya yang dikutip Selasa 25/1/2011 menuturkan kehilangan massa otot akan memberikan dampak yang besar terhadap kemampuan fisik dan juga kemampuan fungsional. Hal ini diasumsikan dengan ukuran mesin tubuh yang turun dari 8 silinder menjadi 6 silinder hingga 4 silinder. Penurunan ukuran ini berhubungan sangat erat dengan penggunaan bahan bakar sehingga terjadi penurunan kecepatan metabolisme. Selain itu kehilangan massa otot sangat bertanggung jawab terhadap pengurangan kecepatan metabolisme sebesar 2-5 persen per dekade."Hasil yang timbul akibat semakin berkurangnya massa otot dan penurunan metabolisme adalah penambahan berat badan secara gradual sedikit demi sedikit, kira-kira 5 kg per dekade. Selain itu juga menyebabkan penurunan bentuk, gerak dan pembakaran kalori," ujar Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive Fitness Phaidon menjelaskan kondisi inilah yang membuat bentuk tubuh seseorang menjadi tidak indah atau tidak enak dilihat saat berusia lanjut, karena yang mempengaruhi bentuk tubuh adalah otot bukan lemak. Selain itu karena energi yang dihasilkan berkurang maka pergerakan pun menjadi lambat."Akibat terjadinya penurunan massa otot maka seseorang akan mengalami kegemukan, masalah berat badan dan semua konsekuensi yang timbul akibat kegemukan," mengatasi efek dari penurunan hormon pertumbuhan growth hormone adalah dengan mengembalikan kadar hormon pertumbuhan tersebut, bisa dengan cara terapi hormon pertumbuhan, melakukan latihan beban yang disesuaikan dengan usia, menggunakan hormon melatonin dan melakukan kombinasi keempatnya. ver/ir

2 Penambahan Berat Badan Seiring bertambahnya usia, kamu rentan kehilangan massa otot. Hal ini diperburuk dengan kurangnya aktivitas fisik dibanding saat remaja dahulu. Dampaknya, tubuh hanya membakar sedikit kalori sehingga berat badan rentan bertambah.

Selain itu, berat badan susah turun pada orang yang semakin tua juga disebabkan oleh kekuatan otot, ligamen, dan tendon yang semakin kaku. Ini membuat orang yang kian bertambah usia menjadi memiliki daya tahan tubuh yang terbatas. Orang semakin tua juga tidak akan seaktif dulu. Mereka akan menjadi lebih cepat lelah dan kemampuan mereka untuk tetap aktif terhalang oleh kesehatan tubuh. Jadi, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi mengendap bersama dengan lemak dan membuat berat badan bisa bertambah. Semua hal tersebut memengaruhi diet yang dilakukan, mereka tidak bisa berolahraga layaknya saat usia muda. Mereka akan lebih cepat lelah dan hanya terbatas pada beberapa jenis olahraga sesuai dengan kondisinya. 2. Kualitas tidur berkurang Semakin tua, kualitas tidur yang dimiliki juga akan semakin berkurang. Ini disebabkan dengan munculnya gangguan tidur terkait penyakit dan efek penggunaan obat-obatan. Mereka akan mengalami tidur tidak nyenyak bahkan terjaga di malam harinya. Padahal mereka harus mencukupi waktu tidurnya sekitar delapan jam per hari. Bila terus berlanjut, jam biologis pada tubuh akan terganggu. Akhirnya, pada malam hari mereka tidak akan bisa tidur dan akan mengantuk atau memilih untuk tidur siang. Nah, waktu tidur yang terganggu, maka akan membuat hormon di dalam tubuh tak seimbang. Hal tersebut yang kemudian bikin kalori tidak terbakar dengan baik dan maksimal. 3. Metabolisme berubah Dilansir dari Hufftington Post, Dr. Oz mengatakan bahwa orang yang telah berusia 40 tahun akan mengalami penurunan metabolisme menurun sebesar 5 persen setiap sepuluh tahun. Metabolisme adalah proses pembentukan energi di dalam tubuh, jika proses ini melambat, maka kalori yang dibakar pun menjadi lebih sedikit. Oleh karena itu, semakin bertambah tua asupan kalori yang diperlukan tubuh menjadi berkurang untuk menghindari kelebihan berat badan. Walaupun lebih sulit, orang yang semakin berumur harus mengikuti diet sehat seimbang. Jika ragu dan bingung dalam merancang menu diet yang sesuai dengan kebutuhan, sebaiknya konsultasikan dulu dokter dan ahli gizi Anda. Ini membantu Anda dalam memilih menu makanan dan jenis olahraga yang menunjang diet dan sesuai dengan kesehatan. Selain itu, jaga pola tidur agar lebih baik dan kurangi stres. TipsTetap Kuat, Lentur, dan Berenergi di Usia Emas Lansia. 3 mins 12 July 2021. Usia emas pada lansia biasanya ketika memasuki usia 60 tahun. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi para lansia di usia tersebut yang sering kali menjadi penghambat untuk tetap aktif. Padahal dengan tetap aktif, para lansia bisa terus menjaga kesehatan mereka.
Tahukah kamu bahwa seiring bertambahnya usia metabolisme akan jadi melambat? Ya, ini bisa terjadi. Nyatanya ada beberapa tahapan usia ketika terjadinya metabolisme melambat. Metabolisme sendiri adalah proses mengubah makanan menjadi energi, sehingga tubuh dapat bekerja dengan baik. Nah, untuk mengetahui informasi selengkapnya, yuk simak ulasannya di bawah ini. Baca juga Mengenal Lethologica Kondisi Sulit Mengingat Kata-kata Saat Berbicara Mengapa metabolisme melambat seiring bertambahnya usia? Diansir laman Web MD, ada beberapa faktor yang menyebabkan melambatnya metabolisme seiring bertambahnya usia, ini termasuk 1. Berkurangnya massa otot Seiring bertambahnya usia, secara alami massa otot dapat berkurang. Hal ini dapat mengakibatkan proses pembakaran kalori pada tingkat yang lebih rendah. 2. Kurang aktif secara fisik Percaya atau tidak, seiring bertambahnya usia kamu mungkin saja mendapatkan lebih sedikit aktivitas fisik dibandingkan seharusnya. Di samping itu, tidak berolahraga yang cukup juga dapat menyebabkan pertambahan berat badan dan meningkatkan risiko medis kondisi tertentu. Jal ini juga berkontribusi dalam melambatnya merabolisme. 3. Jenis kelamin dan gen Kedua faktor tersebut juga dikatakan berkontribusi pada tingkat metabolisme. Pria biasanya memiliki metabolisme yang lebih cepat karena mereka memiliki lebih banyak massa otot dan lebih sedikit lemak tubuh. Sementara itu, gen menentukan ukuran otot dan kemampuan untuk menumbuhkan otot. Ini juga memengaruhi metabolisme. Semakin sedikit jumlah massa otot yang dimiliki, maka metabolisme juga akan semakin melambat. Baca juga Hati-hati, Ini Efek Buruk Kebiasaan Snooze Alarm bagi Kesehatan! Studi tentang usia dan perlambatan metabolisme Sebuah studi yang diterbitkan di Science mengungkapkan bahwa terkait usia, metabolisme mulai melambat dari yang diperkirakan. Di sisi lain, dikutip dari laman laman Eat This, Not That!, New York Times mengamati lebih dari 80 peneliti dari 63 institusi pengajar yang terletak di seluruh Amerika Utara, Eropa, Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Karibia. Data kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk penelitian mengenai metabolisme, selama rentang 40 tahun dari orang yang berusia antara 8 hari hingga 95 tahun. Tahapan usia seiring melambatnya metabolisme Berdasarkan laporan tersebut, ditemukan bahwa kecepatan metabolisme tubuh dipengaruhi oleh ’empat tahap kehidupan’, berikut penjelasan selengkapnya Bayi yang berusia hingga satu tahun memiliki metabolisme tercepat, yakni sekitar 50 persen lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasaSetelah berusia satu tahun, metabolisme mengalami penurunan secara perlahan ke tingkat dewasa, lebih tepatnya pada usia sekitar 20 tahunMetabolisme tetap stabil di masa dewasa 20 hingga 60 tahun, bahkan ini juga terjadi pada masa kehamilanPeneliti melaporkan bahwa pengeluaran energi kita menurun pada orang dewasa yang lebih tua sekitar 20 persen hingga memasuki usia 95 tahun. Hal ini dapat berarti bahwa fungsi organ-organ penting menurun. Sebab, jantung, hati, otak, dan ginjal menyumbang sekitar 65 persen dari tingkat metabolisme saat istirahat Seperti yang sudah disebutkan bahwa terdapat pemahaman bahwa pria membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Akan tetapi, studi tersebut tidak menemukan perbedaan dalam pengeluaran energi antara kedua jenis kelamin. Bagaimana dengan metabolisme saat menopause? Di sisi lain, para peneliti juga mengantisipasi bahwa usia 40-an dapat mengalami perlambatan metabolisme atau penggunaan energi, terutama pada wanita. Sebab, usia tersebut bertepatan dengan awal menopause. Akan tetapi, seorang antropolog, Herman Pontzer, PhD mengatakan bahwa para peneliti tidak melihat keterkaitan tersebut. Terlepas dari hal tersbeut, temuan ini tentu saja dapat memberikan pemahaman bagimu untuk mengadopsi kebiasaan sehat yang baik untuk metabolisme. Adapun beberapa kebiasaan sehat yang baik untuk metabolisme atau yang dapat meningkatkan metabolisme termasuk, mengadopsi pola makan sehat, berolahraga, hingga memenuhi asupan cairan dalam tubuh. Nah, itulah beberapa informasi mengenai tahapan usia yang akan dilewati seiring melambatnya metabolisme. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!
UmurBlog Alhabib from menjadi orangtua tak ternilai harganya. Semoga 10 kata mutiara untuk anak ini memperindah tugas mulia kita sebagai orang tua. Agama, umur, hingga akun instagram. Kata mutiara islam tentang usia atau umur usia adalah sebuah misteri. 4 menit membaca Mengingat akan ada banyak perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun, maka penting bagi kamu untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Tentunya tidak hanya dengan olahraga rutin, tetapi juga mengonsumsi makanan sehat dan mengubah pola hidup sehat. Perlu diketahui, perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun ini, tidak hanya untuk wanita, namun juga berlaku untuk pria. Daripada penasaran, apa saja bentuk perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun, di bawah ini akan langsung mengulas beberapa bentuk perubahan fisik, secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk! Perubahan Fisik yang Terjadi Setelah Usia 30 Tahun Jika berbicara tentang perubahan fisik, sebenarnya baik pria maupun wanita akan mengalami perubahan fisik setelah masuk usia 30 tahun. Perubahan fisik yang terjadi ini tentunya sangat beragam. Sehingga, kamu perlu tahu sejak kini, apa saja bentuk perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun, agar bisa mengatasinya. Maka dari itu, di bawah ini telah merangkum beberapa bentuk perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun, yang di antaranya yaitu 1. Kekebalan tubuh menurun Perubahan fisik pertama yang terjadi pada pria dan wanita, setelah masuk usia 30 tahun, yaitu menurunnya kekebalan tubuh. Ini merupakan hal yang mutlak yang sudah pasti terjadi, di mana seiring bertambahnya usia, maka sistem imun tubuh pun akan semakin menurun. Hal yang juga disebut dengan immunosenescence ini, sebenarnya adalah sebuah kondisi ketika sistem imun tubuh lupa atau hilang ingatan, terhadap cara menangkal serangan penyakit. Nah menurunnya kekebalan tubuh, menjadi peluang besar untuk virus, bakteri dan parasit menyerang tubuh, dan membuatnya rentan terkena penyakit. Baca Juga Penyebab Penuaan Dini pada Wajah 2. Muncul berbagai macam masalah kulit Munculnya berbagai macam masalah kulit, juga menjadi salah satu bentuk perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun. Karena umumnya, pria maupun wanita yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas, akan mulai kehilangan elastisitas kulit, serta muncul keriput dan kerutan. 3. Terganggunya sistem pencernaan Selain terjadi perubahan dalam dua hal di atas, orang yang sudah memasuki usia 30 tahun juga kerap mengalami gangguan sistem pencernaan. Sebagian orang mungkin berpikir, kalau gangguan sistem pencernaan bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun khusus orang yang sudah berusia 30 tahun, mereka akan lebih sering mengalami gangguan sistem pencernaan, karena salurannya menjadi lebih keras, kaku dan jarang berkontraksi. Perubahan-perubahan semacam itulah, yang memicu timbulnya sakit perut, sembelit serta mual-mual. 4. Kondisi jantung berubah Siapa sangka, kalau ternyata memasuki usia 30 tahun atau lebih, membuat kondisi jantung seseorang menjadi berubah. Maksudnya, perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun ini, membuat jantung menjadi semakin membesar, detak jantung yang menurun, hingga mampu memsbuat dinding jantung mengalami penebalan. 5. Tulang menjadi lebih tipis dan rapuh Perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun satu ini, sepertinya sudah menjadi rahasia umum. Pasalnya, setelah usia 30 tahun tulang akan menjadi lebih tipis dan rapuh, khususnya pada wanita. Sehingga, kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami tulang rapuh, atau yang dikenal dengan sebutan osteoporosis. 6. Gigi rentan berlubang Memasuki usia 30 tahun, kamu harus waspada kalau kondisi gigimu tidak akan sebaik dan sekuat, seperti pada usia-usia sebelumnya. Karena pada usia tersebut, enamel keras yang melindungi gigi dari berbagai risiko kerusakan, akan mulai hilang. Hal itu yang membuat gigi jadi rentan berlubang, dan penyakit gusi pun akan lebih sering menyerang. Dengan begitu, maka gigi harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin, agar semakin sehat dan kuat. 7. Tubuh menggemuk dan berkurangnya massa otot Perubahan fisik yang terjadi setelah usia 30 tahun, yang terakhir yaitu tubuh jadi lebih mudah gemuk dan berkurangnya massa otot. Hal tersebut bisa terjadi, karena setelah usia 30 tahun, metabolisme tubuh akan semakin melambat, bahkan hampir mencapai lima persen. Tubuh pun setiap harinya membakar 100 kalori lebih sedikit, dibandingkan ketika usia masih 25 tahun. Dan tidak hanya itu, semakin tua dan bertambahnya usia, maka kamu juga akan semakin kehilangan massa otot. Perlu diketahui, kalau berkurangnya massa otot mulai terjadi ketika seseorang menginjak usia 30 tahun, dan seterusnya. Cara Mengatasi Perubahan Fisik Nah, setelah mengetahui sejumlah perubahan fisik yang terjadi, kamu mungkin akan lebih waspada dan melakukan berbagai aktivitas produktif, yang mampu meningkatkan kesehatan tubuh. Selain berolahraga, kamu juga harus mengimbanginya dengan mulai merubah pola hidup yang sebelumnya tidak sehat menjadi lebih sehat. Kemudian, imbangi juga dengan konsumsi makanan sehat, dengan kandungan gizi seimbang, agar tubuh selalu bugar dan terpenuhi semua nutrisinya. Yang paling penting dari semua itu adalah kamu harus selalu bahagia, dan menerima semua perubahan fisik yang terjadi dengan lapang dada. Sebab, hal itu yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, agar selalu kuat dan terhindar dari segala jenis penyakit berbahaya. Baca Juga Olahraga Aman untuk Penderita Penyakit Jantung Tetapi, jika tubuh ingin lebih sehat dan terjaga, maka kamu bisa mengonsumsi susu. Karena, susu dapat melindungi semua organ tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan menariknya, susu juga mampu mencegah penuaan dini, menjaga kesehatan tulang, serta menjaga massa otot. Semua manfaat itu bisa kamu dapat dari susu, asalkan susu yang kamu pilih mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan. Seperti misalnya kamu ingin menjaga massa otot dan menangkal radikal bebas, maka kamu bisa memilih susu yang mengandung kalsium tinggi, vitamin D, protein dan antioksidan. Apabila semua hal di atas sudah kamu lakukan, namun merasa kesehatan tubuh masih belum terlindungi dengan maksimal, maka itu saatnya untuk kamu melindungi diri dengan asuransi kesehatan. Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan, selama kamu sakit. Sehingga, apabila nantinya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kesehatanmu, maka kamu tidak perlu lagi khawatir soal biaya, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan. Untuk itu, buat kamu yang hingga saat ini belum melindungi diri dengan asuransi kesehatan, bisa segera mengajukannya secara online melalui Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Tidak hanya itu, proses pengajuan asuransi kesehatan di pun cepat, mudah dan aman, karena sendiri sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan OJK. Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga, dan dapatkan perlindungan kesehatan yang optimal! Lebih seperti ini

UlangTahun: Bertambah atau Berkurangnya Usia? By Redaksi Asumsi June 7, 2021 Khansa Ativa. Mediator Perempuan Berdikari

Jakarta - Otot merupakan salah satu jaringan di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menggerakkan tulang. Namun siapa sangka seiring bertambahnya usia, massa otot akan terus dari sebuah buku yang diterbitkan oleh Grimby G dan Saltin B yang berjudul 'The Ageing Muscle. Clin Physial menyebutkan ketika massa seseorang akan berkurang hingga 33% ketika usia 40-80 sisi lain, sebuah jurnal penelitian lain yang dilakukan oleh Karsten Keller dari Universitas di Johannesburg bersama koleganya juga menemukan proses penuaan menyebabkan massa otot yang berbeda dengan hilangnya kekuatan. Penurunan kekuatan otot pada orang yang berusia kurang dari 40 tahun dibandingkan dengan yang berusia lebih dari 40 tahun berkisar antara 16,6% hingga 40,9%.Tentunya ini cukup berbahaya, laporan tahun 2015 dari American Society for Bone and Mineral Research menemukan orang dengan sarcopenia memiliki risiko 2,3 kali mengalami fraktur trauma rendah akibat jatuh, seperti patah pinggul, tulang selangka, kaki, lengan, atau pergelangan bagaimana mengatasi kehilangan massa otot tersebut? Berikut beberapa caranya dilansir dari FisikSeorang personal trainer dan juga pendiri firma di Sydney, Jordan Ponder, mengatakan solusi umum untuk penurunan massa otot adalah latihan ketahanan progresif atau plyometrics yang merupakan latihan yang berfokus pada kecepatan dan latihan resistensi progresif, disarankan juga untuk meningkatkan volume secara bertahap dari waktu ke waktu. Ini berlaku untuk latihan beban, repetisi, dan set sebagai sarana untuk meningkatkan kekuatan dan daya Kebiasaan yang BurukTak banyak yang menyadari, tetapi kebiasaan buruk juga memainkan peran kecil dalam kerusakan otot seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, mengatur gaya hidup di usia 30an menjadi jawaban agar massa otot tidak kurangi kebiasaan buruk seperti tidak berolahraga, begadang, dan juga tidak mengonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung protein. Kebiasaan inilah yang seharusnya tidak dilakukan agar massa otot tidak Makanan BergiziUntuk menjaga massa otot, asupan makanan juga harus diperhatikan. Ini juga yang dilakukan oleh para binaragawan yang menjaga porsi protein tertentu untuk membantu membangun otot. Hal tersebut tidak berbeda dengan mempertahankan massa dari makanan akan diubah menjadi asam amino yang kemudian digunakan untuk membangun otot. Sebuah studi dari Harvard juga menyatakan seorang pria harus menargetkan asupan harian 1 hingga 1,3 gram protein per itu, aktivitas fisik dan nutrisi yang tepat, termasuk protein yang cukup juga sangat penting untuk kesehatan otot. Protein menyediakan blok bangunan otot dan memainkan peran dalam setiap aspek karena itu, penting untuk mengonsumsi protein yang cukup melalui makanan seperti daging tanpa lemak, makanan laut, telur, susu dan laporan konsultasi bersama yang dilakukan FAO, WHO dan UNU juga menyatakan rata-rata orang dewasa perlu mengonsumsi sekitar 58-73 gram protein per hari berdasarkan berat badan/hari untuk 160 pound kurang lebih 73kg dan 200 pound kurang lebih 91 kg.Salah satu asupan yang bisa dikonsumsi untuk membantu menjaga massa otot adalah Ensure. Ensure adalah nutrisi yang mengandung triple protein, yakni perpaduan protein whey, kasein, dan soya, yang mudah dicerna dan bertahan lama dalam tubuh sehingga dapat membantu meningkatkan sintesis ini juga memiliki nutrisi lengkap dan seimbang yang bisa ditemukan di triple protein, omega 3, omega 6, vitamin D, vitamin C, zinc, selenium, dan nutrisi penting lainnya yang terbukti ilmiah mendukung meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung kekuatan tubuh untuk aktif sepanjang informasi mengenai gaya hidup sehat di usia dewasa dan ketahui juga usia otot kamu melalui fitur kalkulator usia otot di mul/up .
  • m9nrobdkdm.pages.dev/185
  • m9nrobdkdm.pages.dev/325
  • m9nrobdkdm.pages.dev/210
  • m9nrobdkdm.pages.dev/109
  • m9nrobdkdm.pages.dev/70
  • m9nrobdkdm.pages.dev/228
  • m9nrobdkdm.pages.dev/464
  • m9nrobdkdm.pages.dev/392
  • bertambahnya umur berkurangnya usia