Bismillahirrahmanirrahim..Ceramah Ustadz Abdul Somad Lc.,MAInilah Keutamaan dan Dahsyatnya Kekuatan Ayat Kursi =====LIKE, KOMEN DAN SUBSCRIBE YA=====

A popular preacher’s followers took their complaints to top officials after he was refused entry. The social media accounts of President Halimah Yacob, Prime Minister Lee Hsien Loong and other ministers were spammed yesterday by supporters of Indonesian preacher Abdul Somad Batubara, who was turned away earlier this week due to his extremist teachings. This was confirmed by the Ministry of Communications and Information last night. They said Indonesian chat groups had called for cyberattacks on the Singapore government accounts. Indonesian preacher Abdul Somad refused entry to Singapore Affected accounts included those of President Halimah Yacob, Prime Minister Lee Hsien Loong, Senior Minister Teo Chee Hean, Foreign Minister Vivian Balakrishnan, as well as the Immigration and Checkpoints Authority, and Singapore Tourism Board. They flooded the comments with hashtags like SaveUAS and SaveUstadzAbdulSomad and hostile reactions to barring Somad and six others who arrived at the Tanah Merah Ferry Terminal on Monday and were sent back to Batam the same day. However, such comments could no longer be found Thursday morning. Some supporters have called them out for deleting comments. The Ministry of Home Affairs said on Tuesday that Somad’s “extremist and segregationist” teachings are “unacceptable in Singapore’s multi-racial and multi-religious society.” “While Somad had attempted to enter Singapore ostensibly for a social visit, the Singapore Government takes a serious view of any persons who advocate violence and/or espouse extremist and segregationist teachings,” the ministry said. Somad gained popularity for his controversial views, including suggesting that chess was forbidden for Muslims, and saying that the Christian cross contained “infidel genies,” or supernatural demons. On Monday, he posted a clip of him being confined in a “jail-like” immigration detention room and insisted he was “deported” though Indonesia’s ambassador to Singapore denied it. “Singapura” is still trending on Indonesian Twitter and has been since Monday. It contained mostly tweets condemning Singapore. “[Ustadz Abdul Somad] is a dignified Indonesian, an ulema and an intellectual. This incident is an insult. It’s very inappropriate for Singapore to treat UAS like that, including deporting’ him for no reason. The Indonesian embassy in Singapore must seek clarification for this incident,” Fadli Zon, an opposition politician, wrote Tuesday. Other stories you should check out Toys through the years featured at Singapore’s Mint Museum of ToysScorching weather, sweating Singapore to continueCasual Italian spot Luce takes over InterContinental Singapore this week

BANGKAPOSCOM - Sosok Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapat sorotan lantaran mengaku tak diizinkan masuk ke Singapura tanpa alasan yang jelas. UAS membawa kabar dirinya bersama rombongan ditolak masuk setibanya di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura, Senin (16/5/2022) pukul 13.30. Kabar penolakan masuk Singapura ini disampaikan Abdul Somad lewat kanal YouTubenya, Hai Guys, pada Selasa, 17 Mei 2022. loading...Ustaz Abdul Somad, bila ditulis berikut titelnya adalah Ustadz Prof H Abdul Somad Batubara, Lc , PhD. Foto Ist Gelar akademik Ustaz Abdul Somad alias UAS cukup membanggakan. Pada tahun lalu, penceramah kondang yang bersahaja ini menyandang gelar Profesor Pelawat dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali UNISSA, Brunei Darussalam. Baca Juga Jadi kalau ditulis secara utuh nama dan gelar UAS adalah Ustadz Prof H Abdul Somad Batubara, Lc , PhD. UAS adalah ulama kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara pada 18 Mei Abdul Somad berasal dari keturunan Melayu Riau dan Melayu Asahan. Selain memiliki gelar akademik sepanjang itu, UAS juga memiliki gelar adat Datuk Seri Ulama Setia ayah merupakan seorang petani keturunan Melayu Riau. Sedangkan sang ibu keturunan Syekh Abdurrahman atau dikenal sebagai Syekh Silau Silau Laut merupakan ulama sufi beraliran Tarekat Syattariyah Batu Bara di Sumatra kecil, Abdul Somad dididik melalui sekolah berbasis Tahfidz Al-Qur'an. Pada tahun 1990 UAS menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Al-Washliyah Medan. Lalu melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Al-Washliyah Medan dan lulus pada satu tahun, Abdul Somad melanjutkan ke Pesantren Darularafah Deliserdang, Sumatra Utara. Lalu pada 1994, UAS melanjutkan sekolahnya di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Riau hingga Somad sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada 1996-1998 sebelum akhirnya melanjutkan ke Universitas Al-Azhar mendapat gelar Lc, Abdul Somad melanjutkan program S2 nya di Universiti Kebangsaan Malaysia, namun hanya sempat berkuliah selama dua semester. Baca Juga Pada 2004, UAS mendapatkan beasiswa program S2 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat dan mendapat gelar pada Abdul Somad melanjutkan pendidikan S3 nya di Universitas Islam Omdurman Sudan dan menyelesaikannya pada tahun 2012, Ustadz Abdul Somad menikahi Mellya Juniarti dan dikaruniai putra bernama Mizyan Hadziq pada 2021, Ustadz Abdul Somad menikah dengan Fatimah memiliki ilmu pengetahuan yang cukup luas, UAS diketahui aktif mengabdikan diri di berbagai lembaga pendidikan sebagai sempat menjadi Dosen Bahasa Arab serta Dosen Tafsir dan Hadits di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, dan Dosen Agama Islam di STAI Al-Azhar Yayasan Masmur itu, Ustadz Abdul Somad sempat menjabat sebagai anggota MUI, anggota Badan Amil Zakat, dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa'il NU Provinsi tengah kesibukannya berdakwah, UAS banyak menerjemahkan kitab berbahasa Arab ke bahasa Indonesia. Selain itu, UAS pun telah menulis sekitar 15 juga Ustaz Abdul Somad Dirikan Rumah Quran Gratis di Riau mhy UstadAbdul Somad, Lc., M.A. adalah seorang ulama, da'i, pendakwah dan penceramah agama islam yang lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara pada tanggal 18 Mei 1977. Ustadz Abdul Somad mengulas berbagai macam permasalahan dan kajian ilmu islam seperti kajian ilmu hadits dan Ilmu fikih. Selain itu, Ustadz Abdul Somad juga banyak membahas

- Beberapa waktu lalu, Aldi Taher memperlihatkan dirinya salat dengan memegang Al-Qur'an. Ustaz Abdul Somad langsung menanggapi hal tersebut. Ustaz yang akrab disapa UAS itu membongkar dalilnya. Ternyata memang diperbolehkan salat dengan memegang Al-Qur'an. Ustadz Abdul Somad. YouTube/ Ustadz Abdul Somad Official“Boleh, mana dalilnya, Maula Hudzaifah, waktu itu makmumnya Aisyah, dia salat melihat mushaf, boleh. Itu berupa lembaran,” ucap UAS dilansir dari channel Youtube Redaksi Islam. Baca Juga 5 Kontroversi Aldi Taher, Ngaku Ustaz Hingga Maju Pilgub DKI Lantas pendakwah 43 tahun itu mengungkapkan bahwa salat dengan memegang ponsel pun diperbolehkan. Ia pun menjelaskan syarat salat dengan memegang ponsel. “Kalau mushafnya diganti pakai HP? Boleh, mushaf sama HP sama. Akan tetapi setelan nomornya matikan dulu. Yang dibuka di situ Al-Qur'an digitalnya saja. Jangan nomornya aktif, nanti 'eh Ustaz Somad nih telepon, sorry sedang salat Ustaz', lah....” imbuhnya. Aldi Taher menurutnya, salat dengan memegang hp atau Al-Qur'an lebih baik dilakukan saat salat sunah saja. Apabila salat wajib lebih baik membaca surat yang memang dihafal. Baca Juga Aksi Komeng saat Bertanya ke Ustaz Abdul Somad ini Bikin Ngakak “Sebagian bilang itu hanya berlaku untuk salat sunah saja, wajib tak boleh. Saya setuju pada ini. Ada yang bilang sunah boleh kenapa wajib tak boleh. Seperti itu yang beredar video Aldi Taher salat pegang Al-Qur'an, saya pakai sunah saja.” pungkasnya. UAS menegaskan bahwa apa yang dilakukan Aldi Taher adalah tindakan yang sah dan tak melanggar ajaran agama. Baca Juga Bagikan Foto Masa Muda, Ustaz Abdul Somad Disebut Mirip Artis Korea

Ustadz(KBBI: ustaz) Somad, sebagai seorang pendakwah videonya pun banyak menyebar di media sosial dan sudah populer di seluruh penjuru Indonesia. Nama Ustaz Abdul Somad semakin melejit setelah direkomendasikan oleh para ulama sebagai salah satu cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Walau demikian, tak banyak orang yang mengetahui latar
Biografi Ustaz Abdul Somad – Sahabat Grameds tentunya sudah tidak asing lagi dengan tokoh ulama yang satu ini. Ya, dia adalah Ustaz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., Datuk Seri Ulama Setia Negara atau lebih dikenal dengan Ustaz Abdul Somad. Ustadz Abdul Somad merupakan seorang pendakwah dan ulama Indonesia yang sering menjelaskan kajian agama Islam, khususnya kajian terkait ilmu hadis dan ilmu fikih. Dia dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat karena dakwah yang disampaikannya lugas dan mudah dicerna. Selain itu, sosok yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini juga aktif membahas isu-isu nasionalisme dan berbagai masalah lainnya yang terjadi di tanah air. Riwayat Hidup Ustaz Abdul SomadPendidikan Formal Ustaz Abdul SomadRiwayat Pengabdian Ustaz Abdul SomadKarya Tulis Ustaz Abdul Somad1. Disertasi2. Buku Terjemahan Arab–Indonesia3. Buku-BukuPola Dakwah Ustaz Abdul SomadRekomendasi Buku & Artikel Biografi Ustaz Abdul SomadKategori Ilmu Berkaitan Biografi PenulisArtikel Biografi Penulis Riwayat Hidup Ustaz Abdul Somad Ustaz yang sering dipanggil dengan UAS ini merupakan keturunan suku Batak dan Melayu. Ayahnya memiliki darah Batak, sedangkan ibunya berdarah Melayu. Dia merupakan putra dari pasangan Lobbayuddin dan Rohana. Garis keturunannya dari pihak ibu bersambung kepada Syekh Abdurrahman atau dijuluki Tuan Syekh Silau Laut I. Tuan Syekh Silau Laut I adalah seorang ulama sufi beraliran Tarekat Syattariyah kelahiran Rao, Batu Bara. Dia merupakan keturunan perantau Minangkabau yang moyangnya berasal dari Mudik Tampang, Rao, Pasaman. Ustaz Abdul Somad lahir di kampung yang bernama Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara pada 18 Mei 1977. Dia lahir di lingkungan yang agamis, yang membentuknya menjadi seorang taat sejak masih belia. Sedari kecil, dia sudah memiliki keinginan besar untuk menuntut ilmu. Setiap hari dia meminta kepada ibunya agar dimasukkan ke sekolah, padahal usianya belum cukup untuk mendaftar di Sekolah Dasar. Saat itu, cara paling mudah untuk menilai seorang anak sudah dapat masuk ke Sekolah Dasar adalah dengan memegang telinga kanannya dengan tangan kirinya, kemudian melingkarkan tangannya itu di atas kepalanya. Dia mulai dapat menikmati kegiatan belajarnya di SD Al-Washliyah. Saat itu, dia memperoleh pelajaran-pelajaran dasar. Namun, pelajaran yang disukainya adalah materi agama. Sejak berada di bangku sekolah dasar inilah, Abdul Somad juga dididik tahfiz Al-Qur’an. Minatnya menerima ilmu memang begitu tinggi. Menurut ibunya, dia juga sering mengumpulkan bungkus kue, bungkus obat nyamuk, dan kertas-kertas lain yang ada tulisannya. Khusus kertas yang ada tulisan Arabnya, dia sering berkata tidak boleh diinjak karena nantinya bisa berdosa. Tamat dari SD Al-Washliyah Medan pada 1990, dia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah yang juga berada di Medan. Setelah lulus pada 1993, dia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang, Sumatra Utara selama satu tahun. Dia mengenal bahasa Arab lebih jauh di pesantren ini, terutama muhadatsah percakapan menggunakan bahasa Arab. Dikarenakan adanya aturan di pesantren yang mengharuskanya menggunakan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari, Abdul Somad mau tidak mau harus menaatinya. Awanya, dia memang merasa kesulitan karena sehari-sehari menggunakan bahasa Melayu dan Indonesia. Namun, lama-kelamaan, dia mulai dapat beradaptasi menggunakan bahasa Arab di lingkungan pesantren. Pesantren Darularafah sendiri resmi didirikan pada 8 Mei 1986. Namun, sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan pesantren pada 1985 oleh H. Amrullah Naga Lubis dan beberapa alumni dari Pesantren Gontor. Pesantren ini berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Medan. Alamatnya di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimabru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Tujuan awal dibangunnya pesantren ini adalah untuk melahirkan ulama yang ahli dalam berbagai cabang ilmu keislaman. Seiring perkembangannya, pesantren ini tidak membatasi para santrinya untuk belajar ilmu agama saja. Namun, juga ilmu-ilmu sosial, ekonomi, dan eksakta. Pesantren tersebut diasuh oleh H. Amrullah Naga Lubis, sedangkan yang menjalankan roda pendidikan adalah H. Indra P. Lubis, yang juga berperan sebagai ketua umum. Pada 1994, Abdul Somad pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu, Riau dan menyelesaikannya pada 1996. Tahun-tahun berikutnya antara 1996–1998, dia sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Pada 1998, ketika pemerintah Mesir membuka beasiswa kepada 100 orang Indonesia untuk belajar di Universitas Al-Azhar, dia pun ikut mengikuti tes dan menjadi salah satu dari 100 orang yang berhak menerima beasiswa. Dia kemudian akhirnya memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Kairo dan berhasil mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan pada pertengahan tahun 2002. Pendidikan Formal Ustaz Abdul Somad Secara berturut-turut, pendidikan formal yang dijalani oleh Ustaz Abdul Somad hingga jenjang doktor dalam bidang ilmu hadis, yaitu SD Al-Washliyah, Medan, Sumatra Utara tamat tahun 1990; Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah, Medan, Sumatra Utara tamat tahun 1993; Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu, Riau tamat tahun 1996; S1 Universitas Al-Azhar, Mesir tahun 2002; S2 Dar El Hadith El Hassania, Maroko tahun 2006; S3 Universitas Islam Omdurman, Sudan tahun 2019; Profesor Tamu di Universitas Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, tahun 2020– 2022. Riwayat Pengabdian Ustaz Abdul Somad Pasca lulus S2 Dar El Hadith El Hassania di Maroko, Ustaz Abdul Somad telah mengabdikan diri ke berbagai lembaga, yaitu Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; Dosen Tafsir dan Hadis di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau; Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru; Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian; Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan; Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau; Wakil Ketua Majelis Ifta’ Persatuan Tarbiyah Islamiyah Provinsi Riau. Karya Tulis Ustaz Abdul Somad 1. Disertasi Disertasi yang ditulis oleh Ustaz Abdul Somad berjudul Kontribusi Syaikh Hasyim Asy’arie dalam Penyebaran Hadis di Indonesia. Pembimbingnya adalah Prof. Dr. Syaikh Omar al-Ma’ruf Ali,” Ustaz Abdul Somad memang sejak Juli 2019 tinggal di Khartoum, ibu kota Sudan, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Omdurman Islamic University OIU. Namun, dia telah terdaftar di universitas tersebut sejak November 2017. Ustaz Abdul Somad mengungkapkan jika dirinya memang tertarik menelaah ketokohan dan pemikiran ulama-ulama Nusantara, salah satunya adalah sang pendiri Nahdlatul Ulama NU, yaitu Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari. Dia meneliti legasi yang dihasilkan kakek Presiden Keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid Gus Dur itu dalam bidang hadis. Bidang keilmuan hadis dipilihnya karena itulah yang ditekuni sepanjang kariernya sebagai seorang akademisi. Selama menjalani studi S3 di Sudan, Ustaz Abdul Somad mengambil cuti mengajar dari almamaternya, Universitas Islam Negeri UIN Sultan Syarif Kasim Suska Riau. Kabarnya, biaya studinya itu ditanggung oleh Yayasan Tafaqquh Study Club Pekanbaru. Dia memperdalam ilmu Al Suhnah wa Ulumul Hadis di bernua hitam itu. Dia diketahui juga mengajar mata kuliah ilmu hadis di UIN Suska Riau. Demikian pula bidang keilmuan yang digelutinya selama menjalani studi S1 di Universitas Al Azhar Mesir dan S2 di Dar al-Hadith al-Hasaniyyah Maroko. 2. Buku Terjemahan Arab–Indonesia Buku-buku terjemahan yang ditulis oleh Ustaz Abdul Somad antara lain 5 Nasihat Perkawinan untuk Perempuan Judul asli 55 Nashihat li Al-Banat Qabla Az-Zawaj. Penulis asli DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendekia Sentra Muslim–Jakarta pada April 2004; 30 Orang Dijamin Masuk Surga Judul asli 30 Al-Mubasysyarun bi Al-Jannah. Penulis asli Murad, Dar al-Fajr li at-Turats, Cairo. Diterbitkan oleh Cendekia Sentra Muslim–Jakarta pada Juli 2004; 15 Sebab Dicabutnya Berkah Judul asli 15 Sabab min Asbab Naz’ Al-Barakah. Penulis asli Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah, Cairo. Diterbitkan oleh Cendekia Sentra Muslim–Jakarta pada Agustus 2004; Indahnya Seks Setelah Menikah Judul asli Syahr Al-Asal bi la Khajal. Penulis asli DR. Aiman Al-Husaini. Diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif–Jakarta pada September 2004; Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan Judul asli Akhta’ fi Mafhum Az-Zawaj. Penulis asli Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd. Diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif–Jakarta pada September 2004; 101 Kisah Orang-Orang yang Dikabulkan Doanya Judul asli 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’. Penulis asli Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam–Jakarta pada Desember 2004; Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga Judul asli Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut. Penulis asli Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar–Jakarta pada Maret 2008; Sejarah Agama Yahudi Judul asli Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah.Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar–Jakarta pada Desember 2009. 3. Buku-Buku Ustaz Abdul Somad telah menuliskan beberapa buku yang menjadi best seller buku terlaris antara lain 15 Sebab Dicabutnya berkah; 30 Fatwa Seputar Ramadhan Syekh Athiyyah Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, dan Syekh DR. Ali Jum’ah; 30 Mutiara Ramadhan; 32 Naskah Khotbah; 33 Tanya Jawab Seputar Kurban; 35 Kisah Saat Maut Menjemput; 37 Masalah Populer; 40 Hadis Zikir dan Doa Menurut Sunah; 77 Tanya Jawab Seputar Salat; 99 Pertanyaan Seputar Salat; Amalan yang Paling Dicintai Allah; Metode Takhrij Hadis; Semua Ada Saatnya; Tanya Jawab Seputar Tauhid, Akhlak, Salat, Puasa, Zakat, Haji, Kredit, Riba, dan Fatwa Milenial Lainnya; Ustaz Abdul Somad Menjawab. Sebagai seorang ulama yang memiliki latar belakang pendidikan Islam tradisional dan akses ke sumber kitab-kitab klasik,Ustaz Abdul Somad mampu bertahan dan beradaptasi dengan kehadiran media baru. Dia memperoleh popularitas sebagai ulama berkat keterlibatannya dengan media baru. Seperti halnya ulama-ulama pada umumnya, dia juga sering menghadiri sejumlah undangan, mulai dari khotbah Jumat, acara peringatan hari besar Islam, diskusi keislaman, seminar, sampai acara tabligh akbar. Belakangan, pada akhir 2011-an, dia aktif mengunggah video ceramahnya ke Youtube, hingga menjadi ulama populer seperti saat ini. Pada akhir tahun 2011-an, melalui Tafaqquh Study Club, ceramahnya di sejumlah tempat secara masif diunggah ke Youtube. Inilah yang menyebabkan ceramahnya di ruang luring dan daring tidak memiliki banyak perbedaan. Semua yang ditampilkannya di ruang daring adalah hasil pengambilan gambar dan video ceramahnya di ruang luring. Namun, yang menjadi perbedaan adalah media yang mengemasnya. Ceramahnya di ruang luring hanya dapat dinikmati oleh audiensnya yang hadir secara langsung dalam acara dakwah, sedangkan ceramahnya di ruang daring dapat menyebar secara luas dan melintasi batas-batas geografis, agama, budaya dan usia. Berkat keterlibatannya di ruang luring maupun daring, ceramah dari Ustaz Abdul Somad begitu populer di tengah masyarakat. Selain itu, popularitasnya sebagai ulama juga diperolehnya berkat perpaduan antara kultur tradisional dan selebriti, yang didapatkannya dari media baru. Berbeda dengan otoritas keagamaan baru lainnya seperti Abdullah Gymnastiar Aa Gym, Arifin Ilham, Ustaz Jefri Al-Bukhori Uje, Yusuf Mansur, Mamah Dedeh, Evie Effendy, dan lain sebagainya, yang tidak berasal dari pendidikan agama Islam yang kuat atau akses ke kitab-kitab klasik, Ustaz Abdul Somad berasal dari lingkungan pendidikan agama Islamformal dan memiliki akses ke kitab-kitab klasik. Selain memberikan ceramah, dia juga menyalurkan otoritasnya dalam bentuk fatwa. Dia sering menjawab berbagai persoalaan agama, mulai dari masalah ibadah, hukum, muamalah, sampai dengan masalah-masalah populer lainnya. Fatwanya dikemas dalam program tanya jawab yang secara rutin dilakukan setelah dia menyampaikan materi ceramahnya di sejumlah tempat. Pertanyaan-pertanyaan dari para jemaahnya ditulis dalam selembar kertas, yang kemudian dijawabnya dengan metode-metode yang berbeda. Dalam satu kasus, dia memposisikan diri sebagai seorang mufti pemberi fatwa mutlak. Namun dalam kasus lainnya, dia juga memposisikan diri sebagai mufti yang bermazhab. Selain menyalurkan otoritasnya dalam bentuk fatwa, yang sekaligus mencerminkan kultur tradisionalnya, Ustaz Abdul Somad juga memediasi karisma selebriti yang didapatkannya dari media baru melalui seni dakwah, seperti mengatur gaya bahasa dan mimik wajahnya, humor, politik suara, gaya berpakaian selebriti Islam, dan memvisualisasi dakwah Youtube-nya. Dia secara aktif menggunakan beberapa bahasa untuk menyampaikan dakwahnya. Secara umum, gaya bahasa yang digunakannya untuk menyampaikan dakwah adalah bahasa Indonesia. Dia juga mengolaborasikan dakwahnya dengan bahasa Arab untuk menjelaskan teks-teks Al-Quran, hadis, maupun istilah-istilah tertentu dalam Islam. Selain itu, dia juga menggunakan bahasa lokal atau daerah tertentu. Ihwal ini menunjukkan caranya membangun otoritasdi wilayah lokal. Selain memediasi karismanya melalui bahasa, Ustaz Abdul Somad juga memediasi karismanya melalui mimik wajah yang “hidup.” Dia sering menggunakan bahasa tubuhnya untuk menegaskan pesan dakwahnya. Adapun untuk memediasi karisma selebriti, dia menggunakan penggunaan diksi humor dalam ceramahnya. Dia menyampaikan ide humornya dalam bentuk storytelling cerita dan pantun dakwah. Pada gilirannya, dia berhasil menarik antusiasme audiensnya untuk mendengarkan dakwahnya. Selain itu, kualitas suara juga menjadi aspek penting bagi dirinya dalam memediasi karismanya. Cara lain yang digunakannya untuk memediasi karisma selebritinya adalah mengenakan pakaian-pakaian Islam, seperti layaknya seorang dai. Dia memakai peci, baju koko, dan serban yang mencerminkan simbol-simbol Islam yang kental. Motif pakaian selebriti Islamnya juga beragam. Dia sering mengolaborasikan tren pakaian budaya lokal, seperti batik dengan pakaian khas Islam seperti serban. Melalui gaya berpakaian tersebut, dia mengklaim dirinya sebagai seorang ustaz yang berbeda dari yang lainnya. Nah, itulah penjelasan ringkas tentang profil Ustaz Abdul Somad beserta karya-karyanya. Sahabat Grameds dapat mengunjungi koleksi buku Gramedia di untuk memperoleh referensi lebih lanjut tentang buku-buku yang ditulis oleh Ustaz Abdul Somad. Berikut ini rekomendasi buku dari Gramedia yang bisa Grameds baca untuk memahami dan mempelajari lebih lanjut mengenai profil dan dakwah yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad. Selamat membaca. Temukan hal menarik lainnya di Gramedia sebagai SahabatTanpaBatas akan selalu menampilkan artikel menarik dan rekomendasi buku-buku terbaik untuk para Grameds. Rekomendasi Buku & Artikel Biografi Ustaz Abdul Somad ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
UstazAbdul Somad Ustaz Adi Hidayat puasa Tasua. 6 Tips Penting Menggunakan Serum Retinol agar Hasil Maksimal. Review acer Nitro 5 (AN515-57), Murah Punya Prosesor Core i9 & Layar QHD. HP iPhone XR 64 GB Bekas Warna Merah Fullset Kondisi Mulus No Minus - Lamongan
Ustaz Abdul Somad menikah. Ustaz Abdul Somad dikabarkan telah mengakhiri masa duda. Ia resmi menikah pada hari ini 28/4/2021. Kabar pernikahan kedua UAS ini merebak sejak beredarnya formulir persetujuan calon pengantin yang memuat nama UAS dan seorang perempuan bernama Fatimah Azzahra Salim Ustaz Abdul Somad pernah menikah dengan Mellya Juniarti dan dikaruniai seorang putra. Namun, pernikahan mereka berakhir dengan perceraian pada 2019. Ini dia 10 fakta tentang istri kedua Ustaz Abdusl Kabar rencana pernikahan Ustaz Abdul Somad muncul awalnya karena beredar formulir persetujuan calon pengantin yang memuat namanyaFormulir pernikahan UAS yang beredar di sosial media Berbagai Sumber2. Dalam formulir KUA tersebut, nama UAS disandingkan dengan perempuan bernama Fatimah Az Zahra Salim BarabudUstaz Abdul Somad Fatimah Az Zahra Salim Barabud diketahui lahir di Jombang pada 1 Oktober 2001Ustaz Abdul Somad Memasuki 20 tahun, itu artinya Fatimah lebih muda 24 tahun dari Ustaz Abdul Somad yang kelahiran 18 Mei 1977 di SilolamaUstaz Abdul Somad Istri baru UAS ini juga berdomisili di JombangUstaz Abdul Somad Baca Juga Resmi Menikah, 5 Potret Perjalanan Kisah Cinta Ustaz Abdul Somad 6. Menurut Simkah Sistem Informasi Manajemen Nikah Kementerian Agama RI, pernikahan ini awalnya dijadwalkan akan berlangsung 17 Mei 2021Ustaz Abdul Somad dikabarkan akan kembali menikah Namun ternyata keduanya telah menikah hari ini 28/4/2021Ustaz Abdul Somad menikah. 8. Sebelumnya, UAS pernah menikah dengan Mellya Juniarti pada 2008 silamUstaz Abdul Somad Keduanya dikaruniai seorang putra bernama Mizyan Hadziq AbdillahUstaz Abdul Somad bersama anak dan mantan istri, Mellya Juniarti Sayangnya, pada Desember 2019, Ustaz Abdul Somad dan Mellya Juniarti resmi berceraiMantan istri UAS, Mellya Juniarti bersama anak mereka Mizyan dia 10 fakta Fatimah Azzahra Salim Barabud, perempuan yang telah menjadi istri baru Ustaz Abdul Somad. Selamat kepada UAS dan istri. Baca Juga Sah! Ustaz Abdul Somad Nikahi Gadis Jombang IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Bacajuga: Ustaz Abdul Somad Dapat Kado Istimewa dari KH Said Agil Al-Munawwar Jadi kalau ditulis secara utuh nama dan gelar UAS adalah Ustadz Prof H Abdul Somad Batubara, Lc ,D.E.S.A., PhD. UAS adalah ulama kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara pada 18 Mei 1977. Ustadz Abdul Somad berasal dari keturunan Melayu Riau dan Melayu Asahan. Sebuah video lama yang berisi ceramah Ustaz Abdul Somad membuat geger warganet belum lama ini. Dalam videonya, dia secara implisit mengatakan orang yang membeli kopi dari Starbucks akan masuk neraka. Video ini sebenarnya sudah muncul sejak 2017, tapi kembali ramai karena banyak sekali orang yang mendiskusikannya di media sosial. Abdul Somad Batubara atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Abdul Somad adalah salah satu pendakwah paling populer di Indonesia saat ini. Kepopuleran dai kelahiran Sumatra Utara 40 tahun silam ini dianggap sudah melebihi dai-dai senior seperti Abdullah Gymnastiar Aa Gym dan Zainuddin MZ kala masih berdakwah. Ceramahnya dinanti-nanti umat Islam Indonesia dari berbagai kalangan baik di dalam maupun di luar negeri. Namanya sempat mencuat di media massa beberapa waktu lalu karena ditolak di Hong Kong ketika akan berceramah di depan warga Indonesia di sana. Ukuran kepopuleran seorang ustaz bisa dilihat dari besarnya tarif yang dia pasang untuk sekali ceramah. Sampai sekarang, belum ada angka resmi berapa tarif Somad ketika masyarakat hendak mengundangnya ceramah. Menurut Somad, dia tidak mematok tarif. Namun, dalam banyak kasus, ustaz-ustaz kondang sering kali mematok harga mahal. Somad sangat populer di media sosial. Jumlah pengikutnya di Facebook mencapai lebih dari 1 juta orang, sementara di Instagram mencapai lebih dari 2 juta orang. Lewat tampilannya di media sosial, Somad mendapat julukan “Dai Sejuta View”. Akun YouTubenya, Tafaqquh Video, dilihat lebih dari 50 juta kali. Tidak dapat dibantah bahwa peran media sosial sangat kuat dalam mendongkrak popularitasnya. Namun, saya melihat ada faktor-faktor lain yang membuat nama Somad melejit seperti sekarang ini. Lewat tulisan ini, saya akan mencoba membedah lebih dalam lagi faktor-faktor yang membuat namanya menjadi begitu populer. Cerdik menggunakan media sosial Mengikuti jejak pendahulunya, Somad adalah pendakwah yang berhasil memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendongkrak popularitasnya. Popularitas pendakwah seperti dia sebenarnya bukanlah hal baru. Pada era 1990-an, ada Zainuddin MZ yang dikenal sebagai “ustaz sejuta umat.” Ceramah-ceramahnya selalu dipadati oleh umat Islam dan rekaman-rekaman ceramahnya dalam bentuk kaset diperdengarkan di radio-radio dan masjid-masjid hampir setiap hari. Pada waktu itu, belum ada ustad yang sepopuler Zainuddin MZ. Ketika industri televisi mulai berkembang, muncul ustad-ustad populer lainnya seperti Aa Gym, Yusuf Mansur, almarhum Jefri AL Buchori, Arifin Ilham, dan tidak ketinggalan Mamah Dedeh. Memasuki era digital, Somad mewakili kelompok penceramah yang menggunakan media sosial dalam menyampaikan ceramahnya. Ia tampaknya memahami dengan baik kecenderungan orang dalam mengonsumsi media saat ini yang lebih banyak menggunakan internet. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2017 memperlihatkan bahwa 43,89% rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu untuk mengakses internet minimal 1 jam per hari, sisanya mengakses internet di atas 4 jam per hari. Sementara itu, persentasi pengguna internet di atas 7 jam per hari mencapai 26,48%. Dari keseluruhan pengakses internet, media sosial menjadi yang paling banyak digunakan, yakni 87,13%, dan 69,64% pengakses menggunakannya untuk menonton video. Dengan data ini, tidak mengherankan jika Somad kemudian menggunakan media sosial seperti YouTube untuk membangun popularitasnya sebelum kemudian menjadi terkenal di media massa konvensional dan kehidupan sosial. Dengan menggunakan media baru, dia yang semula menunjukkan diri sebagai “ustaz pinggiran” mampu menembus batas-batas dan hadir di setiap layar gawai para penggemarnya di mana saja. Fenomena ini hanya mungkin berlangsung dalam media baru karena keberadaannya yang tak lagi mensyaratkan gatekeeper,’ yang menyaring siapa yang layak dan tak layak dipopulerkan. Seandainya tidak ada YouTube, Somad mungkin hanyalah penceramah lokal yang jangkauan siarnya terbatas. Abdul Somad sedang berceramah di Riau. Al Malik Faisal/flickr, CC BY-NC-ND Konteks Sosial Banyak analis berpendapat bahwa popularitas para pendakwah muda di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial yang lebih luas. Konteks yang dimaksud adalah pandangan masyarakat kelas menengah terhadap nilai-nilai Islam. Ahli sosiologi Ariel Heryanto, dalam buku Identitas dan Kenikmatan Politik Budaya Layar di Indonesia, melihat adanya ketertarikan masyarakat kelas menengah terhadap apa pun yang berhubungan dengan Islam. Oleh karena itu simbol-simbol yang memperkuat identitas Islam mereka dianggap penting. Kecenderungan ini bisa dilihat dari tren hijab yang marak akhir-akhir ini. Kenyataan di atas juga menjelaskan mengapa film Ayat-Ayat Cinta mampu menyedot lebih dari 3 juta penonton pada 2008 dan menjadi bagian dari 10 film terlaris sepanjang 2008-2018. Hal ini karena film tersebut mampu memenuhi rasa dahaga kelas menengah baru yang sedang menaruh minat besar terhadap Islam. Begitu pula dengan sinetron-sinetron religi yang merajai rating televisi di Indonesia seperti Para Pencari Tuhan dan Rahasia Ilahi. Ketertarikan masyarakat terhadap semua hal yang berbau Islam bersifat lintas media, baik media konvensional maupun media sosial. Praktik-praktik keseharian pun tak luput dari incaran. Hampir secara rutin, kita mendapati undangan melalui baliho untuk menghadiri ceramah-ceramah keagamaan yang mendatangkan ustad populer. Dengan kecenderungan masyarakat yang seperti ini, Somad menemukan target pasar yang tepat. Gaya komunikasi khas Abdul Somad adalah pembicara yang ulung. Salah satu yang khasnya adalah mengundang tawa. Sisipan humornya membuat ceramah-ceramahnya yang diberi judul “lucu”, “kocak”, dan “ngakak terus” ditonton ratusan ribu penonton. Ini menunjukkan bahwa khalayak tidak semata menginginkan ceramah agama, tapi juga hiburan. Dalam hal ini, dia tidak hanya mempunyai penguasaan yang baik mengenai dalil-dalil agama sebagai hasil belajarnya sejak sekolah dasar, tapi ia juga ahli komunikasi yang andal menggunakan humor untuk menyampaikan pesannya kepada jemaahnya. Humornya sering kali tidak baru bahkan terkadang terkesan klise. Namun, orang-orang sering kali lebih senang mendengar apa yang ingin mereka dengarkan dibandingkan dengan apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Dalam konteks ini, tampak bahwa Abdul Somad menaati betul ajaran retorika Aristotelian. Menurut Aristoteles, hubungan pembicara dengan khalayak sangat penting, dan karena itu khalayak haruslah menjadi pertimbangan utama jika pembicaraan ingin berhasil. Oleh karena itu, humor Somad selalu berhasil karena selalu dekat dengan khalayak. Tidak hanya itu, dalam ceramah-ceramahnya, penceramah ini juga sering kali interaktif. Dengan cara demikian, ia mampu membangun kedekatan yang lebih kuat dengan khalayak. Model komunikasi dua arah ini juga mampu meningkatkan kepuasan khalayak. Sebagai pembicara, Somad tidak hanya menempatkan khalayak pada posisi penting dalam pembicaraan, tapi juga memenuhi tiga teori penting dalam public speaking, yakni ethos, pathos, dan logos. Ketika ditanya tentang masalah berpacaran, Somad membagi pengalamannya sewaktu menjadi mahasiswa di Mesir. Di sini, dia sedang membangun kredibilitasnya ethos sebagai orang yang layak berbicara mengenai “hukum” pacaran, tapi sekaligus membangun kedekatan dan simpati melalui topik yang diangkat pathos. Sementara logos, dibangun melalui suatu argumen bahwa pendidikan jauh lebih penting sehingga inilah yang mestinya diurus karena hal itu akan membuka rezeki. Dengan menggunakan pendekatan seperti ini, ceramah Somad bisa diterima dan disukai oleh jemaahnya. RingkasanCeramah Ustadz Abdul Somad : "Anak di dalam (perut) sudah Sami' (mendengar), sudah bisa mendengar Bashira (melihat). Dia akan mendengar apa yang didengar oleh ibunya, dia sudah melihat apa yang dilihat oleh ibunya. Ibu banyak-banyak Baca ayat ini "Bismillahirrohmanirrohim, Ar Rahman allama Alquran, khalaqal Insan, allamahul
\n\n \n\nno hp ustadz abdul somad
Namunbiasanya Tim Ustadz Abdul Somad bekerjasama dengan Tim Alumni Al Azhar Kairo di provinsi setempat. "Seperti acara tablig akbar di Masjid Sabilal (3/12) mendatang. Tim Alumni Al Azhar-lah yang memfasilitasi," bebernya. Baca juga: Grup Nasyid Ar Ridwan Akan Ramaikan Tablig Akbar Ustadz Somad di Martapura. SuratYasin dan Tahlil jadi amalan rutin sebagian umat Muslim pada malam Jumat. Ustadz Abdul Somad menyebut bahwa membaca Surat Yasin pada malam hari dapat hapuskan dosa. "Siapa yang membaca Surah Yasin pada suatu malam hari, waktu subuhnya dosanya sudah diampunkan Allah SWT," kata Ustadz Abdul Somad menjelaskan Tafsir Ibnu Katsir berjudul .
  • m9nrobdkdm.pages.dev/264
  • m9nrobdkdm.pages.dev/223
  • m9nrobdkdm.pages.dev/19
  • m9nrobdkdm.pages.dev/274
  • m9nrobdkdm.pages.dev/284
  • m9nrobdkdm.pages.dev/344
  • m9nrobdkdm.pages.dev/14
  • m9nrobdkdm.pages.dev/391
  • no hp ustadz abdul somad